psiko(sex)ual

Menurut Sigmund freud terdapat lima tahapan/perkembangan psikososial antara lain, fase oral, fase anal, fase phallic, fase latent, dan fase genital.
1. Fase oral (lahir-18 bulan)
Suatu masa ketika libido terutama di investasikan pada daerah oral. Pada fase ini bayi mempeoleh kesenangan utamanya bila daerah mulutnya mendapat stimulasi, misalnya dengan menetek, mengisap-isap jari tangan atau kakinya, mengempeng dll. Kesenanyan yang diperoleh secara oral ini disebut sebagai oral sexuality.
Kesenangan diperoleh dengan melakukan  gigitan, mengunyah-ngunyah, muntah, dan menagis (berteriak).
Pada orang dewasa sisa fase ini dijumpai pada orang dewasa yang memperoleh kesenangan dengan merokok, banyak bicara, menyakiti hati orang dengan pembicaraannya, merepet/mengomel, cerwet, berdebat sengti, dll

2. Fase anal (-3 tahun)
Setelah berusia 18 bulan sampai umur 3 tahun, libido digeser investasinya kea rah anal. Kesenangan diperoleh dnegan menstimulasi daerah dubur dan sekitarnya, dengan menahan atau melepasakan kotorannya.
Pada orang dewasa, sifat ini masih terlihat dalam bentuk kesenangan menahan “sekuat-kuatnya” sesuatu milikanya sperti uang (kikir/pelit), atau pengetahuan atau catatan kuliahnya, atau sebaliknya pada orang yang cenderung untuk melepaskan miliknya denagn mudah (menghamburkan-hamburkan uang, berfoya-foya, dll)

3. Fase phallic (6 tahun)
Melwati usia 3 tahun sampai usia 6 tahun, libido di konsentrasikan pada daerah phallus (alat kelamin dalam bentuknya yang belum matang dalam pertumbuhan dan fungsinya; pada anak laki-laki penisnya dan pada anak perempuan clitorisnya.
Kesenangan diperoleh dengan menstimulasi phallus (masturbasi kanak-kanak, beser kencing =inkontinensia urinaria).
Anak memandang phalllusnya sebagai sesutau yang berharga (karena mendatangkan kesenangan).

4. Fase latent (11-13 tahun )
Memasukui usia 7 tahun sampai usia 11-13 tahun, dengan terresolusinay kompleks oedipal, pada anak laki-laki dan kompleks electra, pada anak perempuan, maka semua libido ditarik dari penginvestasiannya dan si anak pada masa ini tidak punya minta seksual (mengganggap semua orang kawan yang sejenis).
Pada masa inin telihat anak laki-laki dan perempuan bermain bersama-sama spertinyta tidak ada perbedaan jenis kelamin.
5. Fase genital
Memasuki usia remaja maka dimulailah fase genital diman represi terhadap instink seksual “jebol”kembali. Dengan terjadinya menarche pada anak perempuadn dan timbulnya kemampuan genital masturbasi pada anak laki-laki, minta seksual terhadap lawan jenis bangkit kembali. Pada fase inilah genital-primarcy terjadi, dimana tujuan akhir adalah pencapaian kematangan seksual dalam kehidupan berkeluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: