Collective Hysteria

Seseorang yang menjerit-jerit, meronta-ronta, mendelik (memandang dengan tajam), seringkali dipandang sebagai kesurupan. Itu adalah pandangan mistis. Pandangan ilmiahnya, istilahnya mengalami keadaan trance. Yaitu suatu keadaan dimana seseorang kehilangan identitas disertai perubahan suara, kepribadian, dan penampilan yang dilakukan tanpa sadar. Dalam kasus kesurupan yang terjadi, trance disertai perilaku histeris.

Kenapa koq bisa terjadi trance ya? Itu karna otak kita mempunyai 3 area yang dihubungkan oleh sel-sel syaraf. Ada sel syaraf yang mengatur aktifitas fisik perkembangan sejak masih bayi. Trus ada sel syaraf yang mengatur perasaan dan emosi. Ada juga sel syaraf yang mengatur cara berfikir. Nah, cara berpikir seperti khayalan itu masuk dalam keadaan trance.

Misal nih, kalo seseorang lagi dugem dan denger musik. Tiba-tiba bisa aja nge-dance dengan dasyat tanpa ia sadari. Intinya, kalau pikiran kita kosong, lalu terfokus pada sesuatu, kita bisa terkena trance. Nah, kalo udah masuk dalam keadaan ini, kita bisa mempengaruhi banyak orang loh. Makanya, banyak kejadian kesurupan missal, kayak virus yang gampang menyebar.

Sebenernya, kesurupan massal ato disosiasi dalam keadaan trance itu bisa mempengaruhi orang lain, karena kita masuk dalam istilah collective hysteria. Bermula dari orang yang bersikap histeris (teriak, memukul, menendang) di depan orang, akhirnya ‘menularkan’ perilaku itu ke orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: