Menembus Hutan Baluran

Taman Nasional Baluran adalah miniatur hutan Indonesia karena hampir semua tipe hutan terdapat di Taman Nasional Baluran.Dan yang paling khas dari wilayah ini adalah hamparan savana yang luasnya menutupi kurang lebih 40% wilayah Baluran. Temperatur udara 27° – 34° C
Curah hujan 900 – 1.600 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 – 1.247 m. dpl
Letak geografis 7°29’ – 7°55’ LS, 114°17’ – 114°28’ BT.

Berdasarkan jenisnya maka hutan Baluran dibedakan atas:

1. Hutan Pantai
Pantai Baluran terdiri dari pasir hitam, putih, batu pantai yang hitam kecil, atau lereng karang, tergantung daerahnya. Vegetasi pantai yang tumbuh adalah formasi Baringtonia  yang berkembang baik (antara Pandean dan Tanjung Candibang, di Labuan Merak), pandan (Pandanus tectorius) di Tanjung Bendi, Pemphis acidula di Air Karang, Acrophora, Porites lutea, Serioptophora histerix dan Stylophora sp.

2. Hutan Mangrove dan Rawa Asin 
Tipe hutan ini terdapat di daerah pantai Utara dan Timur kawasan Taman Nasional Baluran, seperti di Bilik, Lambuyan, Mesigit, Tanjung Sedano dan di Kelor. Mangrove pendek yang tumbuh dengan agak baik di atas lumpur, terdapat di Kelor dan Bilik yang dikuasai oleh kayu api (Avicenia sp), Bogen (Sonneratia spp), Bakau-bakauan (Rhizopra spp), cantigi  (Ceriops tagal) serta Rhizopora apiculata. Rawa asin yang hampir gundul yang berasal dari hutan mangrove yang ditebang habis, terdapat di Utara Pandean, Mesigit, Sebelah Barat Bilik dan beberapa tempat lainnya. Beberapa pohon kecil yang tumbuh di sini antara lain Avicennia sp dan Lumitzera racemosa tetapi tidak terdapat tumbuhan bawah.

3. Hutan Payau
Hutan payau sangat disukai satwa liar, karena tersedianya air tawar sepanjang tahun. Hutan payau yang terbesar terdapat di Sungai Kepuh sebelah Tenggara dan daerah lebih kecil di Popongan, Kelor, Bama di bagian Timur dan Gatal di bagian Barat Laut. Vegetasi yang ada disini adalah Malengan (Excoecaria agallocha), Manting (Syzygium polyanthum), dan poh-pohan (Buchanania arborescens).

4. Padang Rumput Savana
Padang rumput savana merupakan klimaks kebakaran yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Savana ini dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu savana datar dan savana bergelombang. Savana datar ; tumbuh diatas tanah hitam alluvial muda yang berbatu-batu seluas sekitar 1.500 – 2.000 ha di bagian Tenggara suaka, yaitu sekitar Plalangan dan Bekol.

5. Hutan Hujan Pegunungan
Terletak di Gunung Baluran sampai pada ketinggian 1200 m dpl. Merupakan hutan yang masih sangat perawan karena aksesibilitasnya yang sangat susah. wilayah ini mempunyai peran penting sebagai daerah tangkapan air. Sumber air yang keluar di wilayah Baluran mempunyai peran vital sebagai sumber air minum bagi satwa, terutama ketika memasuki musim kemarau.

6. Hutan Musim 
Hutan musim yang terdapat di Baluran dapat dipisahkan ke dalam 2 kelompok, yaitu hutan musim dataran rendah dan hutan musim dataran tinggi. Hutan musim dataran rendah luasnya sekitar 1.500 ha yang berbatasan dengan hutan jati, evergreen forest, dan savana Bekol serta savana Kramat. Sedangkan hutan musim dataran tinggi terdapat di lereng gunung Baluran, Gunung Klosot dan Gunung Periuk.

8. Padang Lamun
Formasi padang lamun di Taman Nasional Baluran tersebar pada pantai-pantai dengan kelerengan landai dan tidak memiliki gelombang air yang terlalu ekstrim. Pantai-pantai itu antara lain terdapat di sekitar pantai Bama, Kajang, Balanan, Lempuyang terus ke arah barat sampai ke Pantai Bilik-Sijile dan Air Karang. Formasi Lamun ini banyak yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari ikan, karena lokasinya yang berdekatan dengan hutan mangrove, formasi ini Lamun menyediakan hasil laut yang berlimpah, salah satunya yang bernilai ekonomis tinggi yaitu bandeng (Chanos chanos), cumi-cumi dan lain sebagainya..

9. Terumbu Karang
Ekosistem terumbu karang di Taman Nasional Baluran dapat dijumpai di perairan pantai Bama, Lempuyang, Bilik, Air Karang, Kajang, Balanan dan Kalitopo. Terumbu karang yang ada di Taman Nasional Baluran adalah jenis karang tepi yang memiliki lebar beragam dan berada pada kisaran kedalaman 0,5 meter – 40 meter. Bentuk – bentuk karang yang hidup pada lokasi tersebut meliputi Acropora Branching, Acropora Encrusting, Acropora Tubulate dan Mushroom Coral.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: