you can be …GAY !

 

Melihat gambar diatas saya menjadi sedikit miris…..hanya karena bentuk jari kita bisa menentukan orientasi seksual seeorang.Sebagai seorang yang bergelut dan berpeluh dalam urusan sex(ehhhmmmmmmm…..)saya mencoba menguraikan teori teori yang dipakai dalam perkembangan orientasi seksual para lelaki.

1.Teori nature menjelaskan seorang pria menjadi gay atau wanita menjadi lesbian karena ada gen tertentu dalam tubuhnya yang menentukan orientasi seksual orang tersebut. Seseorang yang menjadi homoseksual karena faktor ini biasanya sulit disembuhkan karena gen tersebut sudah melekat
dalam tubuhnya.

2.Sedangkan menurut teori nurture, seseorang menjadi gay atau lesbian karena faktor lingkungan dan pengalaman hidupnya. Seorang lesbian yang pernah mengalami pengalaman buruk dengan pria atau ayah kandungnya adalah salah satu contoh dari teori ini.

3.Teori ketiga yang juga dipercaya para ilmuwan menjadi penyebab orientasi seksual homoseksual adalah kombinasi nature dan nurture. Selain karena sudah ada gen tertentu dalam tubuh yang menentukan orientasi seksual, orang tersebut juga punya pengalaman dan lingkungan yang semakin
mendorongnya menjadi homoseksual.

Menurut jurnal “Coming of Age in a Heterosexist World: The Development of Gay and Lesbian Adolescents” yang ditulis oleh Deborah Zera, ada enam tahapan yang dilalui oleh seorang homoseksual sebelum dirinya sadar akan orientasi seksualnya itu.

Tahapan-tahapan tersebut adalah:
1. Identity Awareness
Dalam tahap ini orang mulai sadar akan orientasi seksual dirinya. Selain sadar, di satu sisi orang tersebut juga mengalami kebingungan soal kelainannya itu. Contoh soal tahap ini dialami oleh A, remaja pria berusia 17 tahun. A mulai sadar ia lebih tertarik melihat cowok berpakaian
seksi ketimbang melihat cewek berbikini. Namun A mengalami kebingungan soal rasa ketertarikannya. Dalam hati bertanya-tanya mengapa ia lebih menyukai melihat cowok berpakaian seksi. Homoseksualkah dirinya?.

2. Identity Comparison
Orang yang berada dalam tahapan kedua ini masih menyangkal ke-homoseksualannya. Ia berpura-pura sebagai seorang heteroseksual. Contoh kasus tahap ini dialami juga oleh A. Setelah dirinya sadar, A masih mencoba untuk berpacaran dengan cewek teman sekolahnya.

3. Identity Tolerance
Orang mulai sadar dan menerima dirinya sebagai gay atau lesbian. Dalam tahap ini, A sudah mulai menerima dirinya. Ia sudah menyadari kalau dirinya memang homoseksual dan tidak menyukai perempuan.

4. Identity Acceptance
Setelah menerima, di tahapan ini orang mulai mengenal lebih dalam soal orientasi seksualnya itu. Ia mulai masuk ke dalam komunitas gay atau lesbian. Begitupun yang terjadi pada A. Ia mencoba mencari orang-orang yang punya orientasi seksual
sama dengannya.

5. Identity Pride
Rasa percaya diri sebagai seorang homoseksual mulai muncul di tahap kelima. Orang tersebut juga lebih aktif di komunitas homoseksual.

6. Synthesis
Selain menerima dirinya secara utuh sebagai seorang gay atau lesbian, orang yang berada dalam tahap terakhir ini juga sudah menerima sepenuhnya orang-orang lain yang juga berorientasi seksual sama. Ia juga nggak lagi peduli apakah masyarakat menerima atau tidak.

 

One response to this post.

  1. Posted by nina on October 18, 2011 at 12:59 am

    permisi, mau tny, punya jurnal “Coming of Age in a Heterosexist World: The Development of Gay and Lesbian Adolescents” nya ga? klo ada bisa tolong kirim ke email saya?

    ninaninu17@yahoo.com

    makasih🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: