Men are from Mars

Pria diibaratkan sebagai orang Mars, planetnya si Dewa Perang. Maka nilai-nilai kehidupan yang mereka anut pun tidak jauh dari itu. Pria menghargai kekuasaan, keterampilan, efisiensi dan prestasi. Mereka senantiasa melakukan apapun untuk membuktikan diri dan mengembangkan kemampuan serta keterampilan mereka. Harga diri dirumuskan melalui kemampuan mereka dalam mencapai hasil-hasil. Mereka mengalami kepuasan terutama melalui sukses dan prestasi.

Maka jangan heran bila pria cenderung tidak suka dikoreksi atau diberitahu apa yang harus dilakukannya. Itu akan sangat melukai harga dirinya. Menawarkan nasihat yang tidak diminta kepada seorang pria berarti menganggap ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, atau bahwa ia tak dapat melakukannya sendiri.

Ini berbeda dengan wanita, si orang Venus, planetnya Dewi Kecantikan. Kehidupan mereka selalu dipenuhi dengan penghargaan atas cinta, komunikasi dan hubungan. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk memberi dukungan, menolong dan saling melayani. Makna diri mereka ditentukan melalui perasaan dan mutu hubungan-hubungan mereka. Mereka mengalami kepuasan karena berbagi dan berhubungan.

Bila mendapatkan masalah atau kekecewaan, pria biasanya berhenti berbicara. Ia membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri,  sampai dia mendapatkan alternatif-alternatif pemecahan masalahnya. Wanita, sering merasa bersalah dan diabaikan ketika pria berlaku demikian. Dia ingin membantu, berbagi rasa, tetapi si pria tidak menyukainya.

Sementara wanita sebaliknya. Dia akan mencari teman bicara yang dapat mendengarkan keluh-kesahnya yang kemudian dapat membuat dirinya merasa lebih nyaman. Parahnya lagi, teryata para pria dan wanita memiliki bahasa yang berbeda. Tepatnya, meski kata yang bisa diungkapkan persis sama namun memiliki pengertian yang jauh berbeda. Untuk dapat mengungkapkan perasaan-perasaannya secara utuh, wanita menggunakan berbagai macam superlatif, metafor dan generalisasi. Sementara pria biasanya memahami kata-kata itu secara harfiah, sehingga akan menanggapi dengan cara yang tidak mendukung.

Begitu John Gray berkisah dalam serial bukunya yang cukup populer: Men are from Mars Women are from Venus. Sejak awal, kata Gray, pria dan wanita memang memiliki akar yang berbeda, sehingga memiliki sifat-sifat yang, tidak saja berlainan, tetapi juga sering bertolak belakang, khususnya berkaitan dengan perilaku mereka dalam berkomunikasi dan menjalin relasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: