made…. May Day

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 , menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886. Peristiwa Haymarket Artikel utama Kerusuhan Haymarket Peristiwa Haymarket, Polisi menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh. Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei. Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir.
MAYDAY sekarang ini identik dengan perayaan hari buruh sedunia padahal dari awal sejarah mayday pada awal industri modern adalah sebuah perayaan melawan tradisi lokal danpembangkangan terhadap sistem kerajaan oleh kaum enviromentalis yang kemudian dilanjutkan kaum kiri oleh serikat internasional pertama untuk menuntut legalitas kerja 8 jam yanag tetap melanjutkan pembangkangan oleh mayday hijau. Aksi pemogokan demi legalitas kerja 8 jam selalu mendapat respon dari polisi dengan kekerasan. Kaum anarkis lalu melakukan rapat akbar disebuah hipertmall yang berakhir dengan pelemparan bom kearah polisi. Gerakan ini kemudian dicurigai sebagai simpul-simpul gerakan radikal. 8 orang anarkis ditangkap dan dijatuhi hukuman mati walaupun tanpabukti yang jelas.
Dengan melihat tema  dan warna warna yang mendominasi gerakan demonstrasi kaum buruh kita dapat melihat latar belakang dari gerakan kaum buruh saat ini.
1.Hijau.(Kisah dari Alam, Paganisme) Di komuniti-komuniti pedesaan di awal Eropa modern, awal musim panas dirayakan dengan diadakannya ritual-ritual popular yang menyimbolkan kesuburan, seksualitas dan pembangkangan. Permainan-permainan yang diselenggarakan dalam karnaval menjungkir-balikkan aturan dunia lokal, walau hanya sejenak. Kekuasaan Gereja, yang merasa terancam, tak mampu meredam tradisi lokal tersebut. Maka berkoalisi dengan kerajaan, tahun 1644 tradisi tersebut dianggap illegal. para pelakunya akan dijatuhi hukuman, dianggap kriminal. Dalam era pemerintahan Victorian, festival May Day kembali secara sporadik, merayakan Keceriaan rakyat Inggris, hanya kali ini karnaval tersebut jauh lebih liar, tak dapat diatur dan malah semakin menegaskan tradisi pembangkangan. Dan kali ini festival tersebut seiring dengan hadirnya Revolusi Industri mulai beririsan dan melebur dengan gerakan-gerakan proletariat yang muncul, yang membuat pemerintah semakin pusing.
2.Merah.(Kisah dari Kiri, Pembangkangan Pekerja) Internasional Pertama menyerukan sebuah demonstrasi internasional untuk menuntut legalitas 8 jam kerja per hari di hari Kamis tanggal 1 Mei 1890, yang merupakan hari kerja. Absen dari kerja menggaungkan hasrat pembangkangan yang dimiliki tradisi May Day Hijau. Terlepas dari hal ini, gerakan pekerja Inggris tetap mengorganisir demonstrasi dengan 300.000 orang di Hyde Park pada hari Minggu-nya. Para sosialis Austria menyelenggarakannya tepat pada hari Kamis, sesuatu yang segera dikriminalkan oleh pemerintah negara. Menghadapi komitmen para pekerja, para pengusaha menyerah dan memutuskan untuk menutup pabrik-pabrik di hari tersebut. Di Jerman, mengesampingkan anjuran kaum Sosial-Demokrat agar para pekerja melakukan demonstrasinya pada hari Minggu, para pekerja memilih jalur yang lebih radikal, menyelenggarakannya tetap pada hari Kamis.
3.Hitam.(Kisah para Anarkis, Martir-Martir Chicago). Dalam merespon atas aksi-aksi polisi yang penuh kekerasan melawan para pemogok yang menuntut pelegalan jam kerja menjadi 8 jam sehari di Chicago pada 3 Mei 1886, para anarkis menyerukan sebuah rapat akbar di Haymarket Square. Hal tersebut berakhir dengan konfrontasi yang masif dengan polisi, yang berakhir dengan ledakan sebuah bom yang dilemparkan ke barisan polisi. Konsekuensinya, banyak yang dicurigai sebagai simpul-simpul gerakan radikal tersebut ditangkap. 8 orang anarkis dijatuhi hukuman, walaupun bukti yang ada tidak mendukung sama sekali tuduhan bahwa merekalah para pelaku pemboman. 3 di antaranya digantung, sementara seorang melakukan bunuh diri di selnya. Ribuan orang berbaris menghadiri dan mengikuti penguburan para martir tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: