(never)Lost in Darwin

Setelah proses administrasi yang cukup panjang , akhirnya saya mendapatkan visa untuk menginjakkan kaki di negeri kangguru.Segala sesuatu telah disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi.Dari pakaian yang disesuaikan dengan cuaca disana, makanan kecil dan tidak lupa botol minuman (air di sana boleh langsung diminum dari kran)

Angin laut menyapu muka saat saya memasuki areal parkir Bandara Ngurah Rai Bali, proses yang singkat mengantar saya menunggu di terminal internasional.Sedikit masalah dengan pihak emigrasi menyebabkan saya sedikit terlambat memasuki pesawat.Di dalam pesawat saya lihat hanya sepuluh orang yang berwajah melayu, dan sisanya wong londo semua.

Sebelum mendarat di Darwin Airport, tampak dari atas jalan jalan yang sangat lenggang dan sungguh kontra dengan yang terjadi di bumi pertiwi kita.Setelah dari airport, tujuan pertama saya hari itu adalah untuk mencari hostel di sekitar kota Darwin.Darwin merupakan ibukota dari Northern Territory atau lebih populer dengan sebutan Top End.Darwin memiliki sejarah yang panjang, dari kota yang dibumihanguskan oleh Jepang pada tahun 1942 dan diluluhlantahkan lagi oleh Taifun pada tahun 1947.

Darwin memiliki cuaca tropis, kebudayaan aborigin, National Park yang terjaga kelestariannya, wisata bahari , sorganya mancing mania,dan memiliki banyak kegiatan festival sepanjang tahun.Bagi yang memiliki ketertarikan dengan sejarah tidak ada salahnya kita melihat sisa sisa pemboman Jepang di sekitar daerah kota, bangunan bangunan tua,dan masih di sekitar kota kita dapat menuju Darwin Waterfront yang tidak boleh dilewati.

Dan untuk para shopingholic dapat memanjakan diri di  Casuarina Square, tersedia berbagai macam retail dari makanan,jewellers, electrical retailers, bookshops, fashion dan tidak terlupakan adanya retailer raksasa sekelas Big W, Coles, Woolworths, dan K mart.Untuk para Bacpacker wajib mengunjungi daerah The Mall, disediakan wi fi gratis walau hanya dapat dipakai selama satu jam saja, dan terdapat toko souvenir khas Northen Territory dimana kita harus hati hati kalau memilihnya karena barangnya kebanyakan made in China…..

Untuk makanan dan minuman lebih baik kita masak sendiri, karena pemerintah disana sangat ketat untuk mengeluarkan ijin rumah makan selain harganya lumayan mahal dikantong pelancong sekelas saya.Para lidah Asia wajib mengunjungi David Creek market dan Parap Shopping Village yang hanya buka hari Sabtu saja, suasanya tidak berbeda dengan di Indonesia berbagai macam pedagang kakilima yang memakai gerobak dari makanan, minuman, pakaian, perhiasan tentu tidak terlewatkan pedagang souvenir yang berbahan dasar buaya.Para Fastfood lover, gerai MacD  atau KFC tidak sulit kita jumpai, dan tentunya kualitas dagingnya diatas   daging yang kita sering makan disini.

Untuk masalah Transportasi tersedia Darwin Bus yang memiliki rute  dan waktu yang jelas dengan tarif 2 dolars untuk tiga jam perjalanan atau tersedia paket satu hari perjalanan sebesar 6 Dolars.Jangan lupa selalu membawa jadwal dan rute bus yang disediakan dengan cuma cuma di setiap Interchange bus.

Dan tidak kalah pentingnya disana, komunitas Indigenous memiliki aturan tersendiri yang harus selalu diingat adalah jangan kontak mata langsung dengan mereka karena itu dianggap menantang mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: