Balada di Negeri Singa II

Jalan jalan di negeri Singapura  tidak akan lengkap bila kita tidak menyusuri Orchard Road.Tetapi ada yang tidak kalah menariknya adalah Bugis Street, karena disana tersedia berbagai macam souvenir khas Singapura termasuk berbagai macam makanan yang sungguh menggoda untuk dicicipi.Untuk melepas dahaga disana tersedia berbagai macam juice dengan harga dibawah 2 dolar singapura.Karena hari sudah sore, saya bergegas melanjutkan perjalanan untuk mencari hostel terdekat.Untuk para pejalan kaki, menyusuri Arab street tidak akan mngecewakan karena kita disuguhi arsitektur rumah bergaya Timur Tengah dan juga berbagai macam makanan sejenis kebab tetapi dengan harga lumayan di kantong para bacpacker.

Karena saya ingin bermalam di daerah Litle India, saya secepatnya bergegas menyusuri jalan jalan sepanjang daerah Jalan Besar.Saat itu lalu lintasnya cukup ramai ditambah adanya pembangunan infrasruktur menyebabkan saya harus lebih hati hati menyusuri jalannya dan itu yang menyebabkan saya kehilangan arah . Kaki ini sudah terasa lemas tetapi target hari ini belum tercapai , jadi show must go on.Akhirnya daerah Litle India di depan mata, jadi saya tidak membuang buang waktu untuk menikmati daerah itu. Dari berbagai macam perhiasan, pakaian, souvenir, dan berbagai makanan khas negeri India.Setelah puas menikmati daerah Litle India, perut ini berontak minta diisi. Bergegas saya mencari rumah makan yang menyediakan nasi sebagai menu nya.Rumah makan disana cukup familiar dengan pelancong yang berasal dari Indonesia, jadi rata rata bisa berbahasa Melayu sehingga kita dijamin tidak akan memilih menu yang tidak sesuai dengan lidah kita. Masakan disana lumayan enak dan diterima bagi lidah saya dan yang tidak kalah pentingnya harganya semua dibawah 5 dolar.

Karena hari sudah cukup malam saya secepatnya mencari hostel , dan akhirnya saya menemukan hostel di daerah Seranggon dengan harga dibawah 20 dolar.Hostelnya cukup bersih dan cukup ramai penghuninya.Karena sudah lelah saya secepatnya mandi dan meluruskan kaki yang sudah melepuh ini di tempat tidur. Kamarnya cukup luas ada dua tempat tidur bertingkat, dan samar samar saya melihat penghuni lain di sebelahnya sudah tertidur pulas. Saya sedikit agak kwatir karena kamarnya tidak dilengkapi dengan AC, akankah saya akan mandi keringat malam ini.Kekwatiran saya akhirnya terjadi, walau badan ini sudah lemas tetapi mata ini tidak bisa terpejam karena udaranya cukup panas ditambah lagi ribut ribut diluar suara penghuninya yang baru datang dari dunia malam.Dari informasi yang saya dapat disana daerah Seranggon terkenal dengan kehidupan malamnya, banyak terdapat lorong lorong dimana tersedia berbagai macam fasilitas para pelancong lendir.

Pukul 3 pagi mata ini tidak mau terpejam, dan akhirnya saya memutuskan untuk wisata malam menikmati dunia malam dan berwisata belanja di Mustafa Square yang buka 24 jam.Pengalaman yang unik dimana kita ke mall pada pukul 4 pagi dimana orang orang masih terlelap di peraduannya.Sekedar informasi saja Mustafa Square buka 24 jam dengan menyediakan berbagai macam keperluan rumah tangga, elektronik, fashion dan berbagai macam souvenir khas Singapura.Tidak terasa hari sudah pagi matahari sudah muncul di ufuk timur saya bergegas kembali ke hostel menyusuri jalan jalan yang mulai ramai oleh lalulintas.Setelah mandi saya bergerak ke arah ruang makan karena sudah disediakan sarapan bagi para penghuni hostel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: